Arsip Bulanan: Juni 2010

Kesal. Pelayanan PLN Kaimana Payah

Entah apa yang menjadi masalah bagi PLN Kaimana. Sejak saya satang di kota kecil ini, belum perna ku nikmati pelayanan yang memuaskan kari perusahaan milik negara yang satu ini. Setiap hari ada saja waktu yg di gunakan untuk mamadamkan aliran listrik.
Tidak tanggung-tanggung, listrik padam hingga berjam-jam bahkan mencapai 10 jam. Anehnya. Saya belum mendengar adanya masyarakat yang mengkomplain ke pihak PLN. Entah karena sudah terbiasa, tidak tahu atau memang tidak mau tahu. Demikian juga dengan pihak pemerintah. Santai saja. Walau listrik kerap padam saat jam kerja.
Ok. Mungkin pemadaman listrik sudah jadi penyakit kronis di setiap daerah. Namun pernah kah PLN menjelaskan apa penyebabnya!
? Malah unutk khasus Kaimana, pemberitahuan tentang pemadaman saja tidak perna dilakukan. Pernah ka PLN menjelaskan sejauh mana meeka melakukan upaya perbaikan jika memang pemadaman terjadi karena kerusakan alat. Setiap tahun ada isu pengadaan alat mesin baru tapi toh nyatanya tiap tahun bahkan sepanjang tahun masyarakat masih saja membeli lilin untuk penerangan kala listrik padam. Setiap keterlambatan membayar tagihan, pelanggan di denda bahkan sambungan diputus. Tapi mana ada konpensasi atas biaya yang timbul akibat pemadaman listrik?.
Mungkin saya terlalu naif . Kerap menulis tentang kondisi PLN kita, walau hanya lewat fb dll. Tapi saya selalu merasa risih dengan pelayanan persero yang satu inI. Mulai dari proses penuambungan yg memakan waktu yang lama. Penuh dengan korupsi dimana pelanggan harus membayar mahal demi penyambungan baru atau penambahan daya.
Pencatatan jumlah pemakaian yang tidak perna dilakukan langsung. Dan hanya lewat proyeksi dan perkiraan saja sehingga banyak pelanggan yang membayar lebih daei total pemakaian kwh.
PLN ,mendapat subsidi daei pemerintah. Tapi tetap sja mereka mengku rugi. Dimana letak kerugian kalian? Pelayanan buruk. Jangan-jangan karena korupsi. Saya benci dengan manajemen dan pelayanan PLN

Kembalikan Fungsinya

Miras di Manokwari memang hal yang tidak bisa dibasmi total. Walaupun Perda su ada namun kenyataannya Perda itu tidk berdaya.
mace; “pace……………… ko liat sanaeeeeeeeeeeeeee, dongk mabuk lagi, padahal beberapa tahun lalu PERDA MIRAS sudah ada. komentar mace.
pace; “itu sudah mace, sa tra habis pikir kitong pu anak-anak ini.
mace; pace.. ko bilang tong pu anak-anak?. malah kalo sa liat, bukan cuman anak tapi orang tua juga banyak yang mabuk mo. jadi ingat tong pu nama kota yang lagi mau dijadikan kota Injil. tapi orang mabuk tambah banyak toooo?.
pace; mace, itu yang sa tra habis pikir. kitong su mati-matian membela kitong pu nama kota jadi Kota INjil namun banyak juga yang tra mau tau tentang hal itu. bagaimana kita mau maju kalo begitu e?????
mace; pace, tadi sa baca di koran juga kalo ada banyak CT yang ditangkap, apa ini disengaja ka atau sudah di ijinkan lagi?
pace; mace, yang namanya Perda larangan Miras ya trada lagi MIras yang masuk toooooo. jadi kalo masih ada yang masuk itu kitong berdoa supaya semoga dong sapat batunya nanti.
mace; betul itu pace,,,,,, dan sa jug aberharap sama petugas dorang supaya PERDA itu dikembalikan lagi pada fungsinya. jadi yang mabuk rendam saja biar dorang kapok atau denda saja.
pace; itu menurut ko mace. tapi orang lain tidak demikian. karena dong pikir kalo ada orang mabuk, berarti ada uangnya. jadi dong pikir biar saja ada orang mabuk. nanti juga dorang dapat uang lagi.
mace; ooooooooooo begitu ka? sa pikir kitong pu kota ini tra akan perna baik jika masih ada aparat yang berpikir macam begitu

Kebahagiaan yang Menjengkelkan

Pandita
Kebahagiaan adalah mitos yang kita kejar
Jika tercapai sungguh menjengkelkan;
Seperti sungai berpacu ke dataran,
Sampi di ujung lambat dan berlumpur.

Karena manusia hanya berbahagia
Mengejar cita-cita setinggi langit;
Ketika diperolehnya dia kecewa,
Dan mengajar lainnya dengan sengit.

Jika engkau temui yang bahagia
Yang puas dengan peruntungannya,
Tak seperti umat manusia lainnya,
jangan engkau ganggu nikmatnya.

Pemuda
Harapan tidak terdapat di hutan
Juga keliaran tak berarti duka;
Kenapa hutan meminta bagian-bagian,
Kita semau dimilikinya?.

Beri aku seruling dan menyanyilah!
Karena lagu adalah api dan cahaya,
Dan tangisan seruling adalah kerinduan
Yang tak tercapai oleh malas dunia

sebuah puisi yang penuh makna karangan Kahlil Gibran dalam bukunya yang berjudul Sang Perawan cukup menggelitik dan membuat kita harus mengoreksi diri kembali.

Berkarya

Pace yang selama ini mengabdi sebagai guru memang jarang untuk menulis dan bahkan tidak perna berniat membuat buku.

Pace………………., sakira ko su jadi guru lama eeeeeeeeeeee. masak ko tra bisa buat buku satu saja. komentar mace.

mace, ko kira itu gampang ka? betul sa su lama jadi guru tapi kalo disuruh buat barang itu sa tra bisa eeeee.

kenapa begitu? memangnya ko ini trada niat untuk menambah ilmu dengan membuat tulisan ka?.

mace…., sa ada rencna begitu tapi………. sa pu kepala ini su tra bisa diajak kompromi jadi mace mengerti saja tooo!

pantas…………… kemarin sa baca berita di koran kalo guru-guru di Papua ini jarang ada yang bisa menulis dan membuat buku.

baru sekarang ada niat untuk menulis ka tra? mace tanya

mace…………. mungkin kalo sa su tra bisa lagi, tapi nanti sa dukung tong  pu teman-teman yang mudah biar dorang bisa berkarya angkat tong pu nama dan koran tidak tulis kalo tong guru di Papua malas menulis….

iyo ka……? jadi pace ko mendukung itu eeee. sa juga akan sangat bahagia kalo pace ko bisa memberi dukungan bagi rekan-rekan .

mace ko berdoa saja biar dorang mau berkarya demi kemajuan kita bersama to…..

Pelayanan Memuaskan

Pace kemarin ada sakit dan mace mencak-mencat agar supaya pace diwaba ke rumah sakit untuk berobat.

mace; pace……….., gerakan sudah, biar tong antar ko ke rumah sakit, pinta mace.

pace;  mace………………, tra usah sudah, sa su baik mo, nanti juga pasti sembuh mo, balas pace.

mace; pace ko ini macam anak kecil saja. apa ko taku diinfus ka? atau ko takut dapat suntik?

pace; semua itu sa tra takut, cuman pelayanan di rumah sakit tu yang bikin sa pamalas. karena kadang tong su kesakitan, dong malas tau.

mace; pace ko jangan banyak alasan nanti ko tambah sekarat kalo ko tinggal di rumah saja.

pace; mace, sa su trouma dengan teman-teman kemarin yang masuk rumah sakit sana. dorang su hampir mati tapi petugas ka, suster ka, mantri ka, tra bertindak dan apa lagi dokter yang datang satu jam saja dala satu hari.

mace; oooooooooooooo begitu ka? jadi ko takut dengan pelayanan yang buruk?

pace; betul mace, sa tra mau dengan pelayanan yang kurang memuaskan, seandainya tidak bayar tidak masalah tapi kan tong kesana bayar juga too pake tong pu uang.

mace; kalo begitu ting ke rumah sakit swasta saja ka disana pelayanan lumayan memuaskan.

Pace; dari tadika. kalo ko bilang begita sa tra pake neko-neko . neh sa ada menderita sakit jadi………..