Arsip Bulanan: Desember 2010

Rumah Impian

Bosan juga dengan petapatah “Rumahku Istanaku”. bagaimana tidak hingga kini, saya masih saja jadi gembel yang tidak memiliki rumah. Jangankan rumah, sejengkal tanah juga tak punya 😦 . harus hidup numpang dan sempat juga menyewah kos-kosan super murah. Kini dengan menumpang di tanah seorang senior, saya bisa hidup tanpa mikirin uang kos atau kontrakan.

Sayang. kondisi gubuk kami kini mulai rapuh. selain umur dan bahan yang memang tidak kuat, rayap ikut-ikutan merusak gubuk yang terbuat dari kayu tersebut. Karena harus diperbaiki, maka saya mulai berimajinasi tentang gubuk baru. sebuah gubuk yang dalam benak saya layak jadi rumah bagi saya dan beberapa kawan-kawan mahasiswa yang selama ini ikut bersama saya krn kesulitan tempat tinggal.

Sebuah pondok mungil dengah bahan dasar kayu atau bambu jadi pilihan. tidak hanya itu. Atap tradisional jadi pilihan. ya atap nipah. Selain murah, atap nipah akan menjadikan gubuk kami nantinya akan lebih sejuk walau tanpa plafon. Sejak dulu, rumah bambu dan rumah kayu sudah berhasil mencuri hatiku. Tak jarang saya menjelajahi arsitektur rumah bambu dan rumah kayu. Kini, tak sempat lagi kupikirkan rumah mewah dengan dinding semen, tiang baja dan lantai keramik. yah aku jatuh hati sama bambu dan kayu.

Nah gambar di atas salah satu contoh. Rumah bahan dasar bambu dengan konsep minimalis dan natural . tidak cukup sampai di situ. funiture n perabot rumah pun berbahan dasar bambu atau setidakya kayu. lihat saja, produk2 elegan dan exotic berikut :

mau lihat yg lain? silahkan klik di sini
hmmmm, dari pada tinggal mengkhayal mending sekarang saya search lokasi bambu di daerahku 🙂
.

Iklan

Ekplorasi Batubara Dimulai di Manokwari

Cita – Cita .Papua Barat sebagai Propinsi Konservasi perlu dipertanyakan dengan masuknya berbagai investor dibidang eksploitasi SDA. apakah Pemerintah PB siap dengan semua resiko itu?

seperti yang tertulis di http://cahayapapua.co.id/2010/11/15/ekplorasi-batubara-dimulai-di-manokwari/ berikut

MANOKWARI- PT West Papua Mining yang menggandeng perusahaan asal Australia, Gbu Capital, Sabtu (13/11) lalu, secara resmi memulai tahap eksplorasi tambang batubara pada enam distrik di Kabupaten Manokwari, masing – masing di Distrik Dataran Isim, Didohu, Tahota, Momiwaren, Neney, dan Sururey.

Dimulainya tahap eksplorasi, ditandai dengan upacara dan syukuran adat di Isim yang dihadiri pimpinan dua perusahaan tersebut, warga dari enam distrik, tokoh adat, pemilik hak ulayat lokasi eksplorasi, serta Bupati Manokwari, Drs Dominggus Mandacan dan sejumlah pejabat Pemkab Manokwari.

Acara ini ditandai penanaman kepala babi oleh kepala suku, kepala distrik, bupati, ketua DPRD, pemuka agama dan pimpinan perusahaan. Prosesi ini menandai adanya persetujuan warga, sehingga kegiatan eksplorasi bisa dimulai.

PT West Papua Mining dan GBU Capital rencananya akan melakukan eksplorasi pada tiga titik dengan luasan antara 40 hingga 100 ribu hektar. Kegiatan ekslporasi rencananya dilakukan selama 12 hingga 18 bulan. Sementara produksi perdana ditarget pada tahun 2012.

Kepala Suku Barents Inyomusi yang mewakili masyarakat adat dan pemilik hak ulayat pada enam distrik menyatakan mendukung langkah PT West Papua Mining dan Gbu Capital serta perusahaan lain yang ingin berinvestasi. Meski begitu, Barents mengingatkan agar perusahaan memperhatikan segala kesepakatan – kesepakatan, terutama yang berkaitan dengan hak pemilik hak ulayat.

Kepala Distrik Dataran Isim, Sahrial yang mewakili enam kepala distrik juga menyatakan dukungannya. Ia menghimbau seluruh warga agar memberikan dukungan keamanan selama proses eksplorasi berlangsung.

Pimpinan PT West Papua Mining, Erwan Nainggolan, mengaku terharu dengan sambutan dan dukungan tersebut. Sebagai investor, demikian Erwan, dia merasa telah menjadi bagian dari warga pada 6 distrik tersebut. Sementara pimpinan Gbu Capital, Mr. Alex menjanjikan kerja sama yang bermanfaat bagi warga.

“Dalam waktu dekat kami segera mengirim tenaga ahli geologi di tempat ini. Kami akan datang untuk menyelesaikan tiap tahap pekerjaan sampai produksi batubara mulai berjalan,” kata Alex di hadapan warga, seraya menjanjikan sejumlah pelatihan bagi warga dan pemulihan kondisi pendidikan setempat.

West Papua Mining adalah induk dari empat perusahaan lokal pemegang IUP Eksplorasi di enam distrik di Manokwari– terdiri dari PT Mier Natural Resources, PT Joyehi Indoresources, PT Hiyejo Indogold dan PT Nakabes Indobara. Wilayah PT Mier, PT Joyehi dan PT Hiyejo—yang dikembangkan melalui kemitraan strategis dengan kelompok usaha GBU Capital dari Australia.

Bupati Manokwari, Drs Dominggus Mandacan turut memberikan apresiasi terhadap keseriusan para investor. Sebab, sudah banyak investor yang datang namun tak pernah betul – betul serius melanjutkan kegiatan. “Mereka sekedar ketemu dengan masyarakat, melakukan survey, setelah itu pulang dan tidak kembali lagi,” tukas bupati. “Investor kali ini berbeda, mereka datang sekali, menyatakan keinginannnya dan membuktukannnya sampai sekarang, kita harapkan eksplorasi ini berhasil.”

Kepada warga, Bupati mengatakan bahwa hak – hak masyarakat adat akan diperhatikan, terutama jika produksi batubara telah berjalan. Sat itulah, sebut bupati, perusahaan mulai melakukan penggantian hak ulayat.