Arsip Bulanan: Maret 2011

Cernobyl Datang Kembali

Peristiwa bencana Chernobyl 26 April 1986 masih sangat segar di ingatan para penduduk Ukraine. Berita tentang bencana ledakan reactor nuklir itu juga tersebar seantero dunia. Selama 25 tahun di belahan Negara lain, peristiwa Chernobyl seakan-akan hanya sebuah mimpi yang perlu dilupakan dan tidak perlu ditakuti bahwa peristiwa itu akan terulang lagi. Entah karena pemikiran bahwa teknologi semakin maju, belajar dari pengalaman, atau bahkan persaingan antar Negara.
Chernobyl tenggelam 25 tahun dan Indonesia ikut-ikutan melupakan peristiwa yang berdampak 7 turunan itu. Jepang bahkan menumbuhkan image bahwa nuklir bukan sesuatu yang perlu ditakuti sehingga reactor nuklir mereka dibuat seindah mungkin dan membukanya sebagai wilayah wisata. Tapi apa?
10 Maret 2011 “Chernobyl kembali” lagi – lagi menunjukkan bahwa nuklir bukanlah energy bersih, nyaman dan aman bagi manusia. Gempa bumi yang menguncang Jepang disusul dengan Tsunami mampu mengoyak dan menyebabkan beberapa reactor nuklir Jepang meledak.
Radiasi nuklir yg ditakuti kini mengancam penduduk jepang yang berada disekitar wilayah reactor. Bahkan mereka yg bermukim 30 km dari pusat raktor dilarang keluar rumah… lantas apa yang mereka bias lakukan? Sampai kapan mereka bias bertahan dalam rumah?
Ayolah pemerintah “ku” jangan sok …. Belajar dan buka mata. Masih banyak energy alternative yang nyaris tidak akan member dampak buruk bagi kami nantinya. Saya tidak ingin mengalami nasib buruk akibat kebijakan kalian yang tujuannya entah untuk siapa….
Hentikan pemabngunan nuklir di Negara ini dan pilihla energy bersih. Jangan biarkan ‘Chernobyl’ dan ‘Jepang ‘hadir dinegara ini.

Iklan

Gempa; Jepang hingga Papua

Usai beberapa jam gempa berkekuatan 8,8 SR di Jepang (12/03) beberapa wilayah diluar negara itu bersiap siaga dengan kemungkinan tsunami yang meramba ke negara lain. Tidak ketinggalan Indonesia terutama wilayah Indonesia Tengah dan Timur yang diprediksi akan mendapatkan imbas dari gempa tersebut.

Peringata (warning) dari BMKG dengan cepat menyebar mealui media eletronik, pesan singkat, jejaring sosial hingga mulut kemulut. di Papua, status di facebook misalnya banyak mengangkat tentang kewaspadaan para penduduk terutama mereka yang bermukim di wilayah pantai bagian utara.

di Manokwari tampak ketegangan penduduk. selain peringata dari pihak berwenang, masyarakat Manokwulan ari sepertinya masih sangat trauma dengan yang namanya gempa dan tsunami. terbukti, sejak sore tadi, banyak penduduk pantai yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi bahkan hingga pada malam ini saya masih melihat beberapa orang mengangkat barang-barang mereka ke tempat yang dianggap aman.

kekbetulan tempat tinggal saya didaerah perbukitan dan seorang dosen unipa mengungsi ke tempat kami bercerita bagaimana para tetangga di rumah mereka berupaya mengamankan diri dengan mengungsi ke kekeluarga, kerabat atau kenalan yang tinggal di daerah yang aman.

Penasarang dengan kondisi dan berita yang tidak jelas, saya dan seorang teman mencoba memantau situasi di daerah sekitar pantai. tapi ternyata hingga tengah malam ini, kondisi perairan laut sekitar manokwari masih amana-aman saja. tampak sejumlah orang berdiri mengawasi air di pantai dekat pelabuhan, gereja Elim Kwawi dan Sahara.

Sejumlah pengunsi tampak tidur dipinggiran jalan raya, emperan pertokoan seperti di Cafe Abreso, Kompleks Opsi Borobudur, Latando di halaman Bank Mega dan Paparisabeta. untungnya malam ini cuaca tampak bersahabat sehingga pengungsi yang rata-rata perempuan dan anak-anak itu tidak terlalu khawatir dengan hujan karena tampak mereka dudul-duduk dan tidur beratapkan langit.

walaupun BMKG sudah menarik peringatan potensi tsunami, tapi para warga yang mengunsi dari rumah mereka yang berada di sekitar pantai belum berani kembali ke rumah mereka. semoga saja keadaan tetap a wargman dan para pengungsi itu bisa kembali kerumah mereka.