Arsip Bulanan: Juni 2011

Gempa 6,5 SR Guncang Serui, Warga Panik

Gempa dengan kekuatan 6,5, skala Richter (SR) mengguncang Serui. Gempa yang berpusat di laut 57 km Tenggara Serui, dengan kedalaman 132 km, terjadi sore kemarin (26/6) sekitar pukul 19.16’WIT, membuat kepanikan luar biasa bagi warga di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.
Meski belum ada laporan korban jiwa maupun material, namun akibat gempa itu membuat warga ketakutan dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri masing-masing. Warga Serui sepertinya memang masih trauma dengan gempa serupa yang pernah terjadi Juni 2010 lalu atau setahun lalu. Kapala Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Yapen, Yobert Waay, mengakui akibat gempa berkuatan 6,5 SR ini mengakibatkan kepanikan warga, yang masih trauma dengan gempa serupa sebelumnya. Bahkan pasien yang sementara dirawat di RS Serui terpaksa juga keluar dari ruangan karena takut. Terkait dengan gempa tersebut pihak pemerintah setempat melalui DInas Sosial sudah melakukan upaya tanggap darurat dengan memasang tenda-tenda di luar rumah sakit untuk sementara menampung pasien yang ada. “Saat ini saya dan Wakil ketua II DPRD Pak Herman Woriori SE sedang memantau situasi di rumah sakit,”katanya saat dikonfirmasi Bintang Papua dari Jayapura tadi malam.
Ia juga menghimbau kepada warga untuk tetap waspada dengan kemungkinan adanya gempa susulan. Hasil pantauan Wartawan Bintang Papua Serui, bahwa warga dengan perlengkapan seadanya berhamburan keluar rumah. Hingga berita ini ditulis pukul 23.30 tadi malam, para warga masih memilih bertahan di halaman rumah mereka dengan menggelar tikar dan tenda. Tidak hanya itu, lantaran takut dengan gempa susulan dan tzunami, sebagian warga sudah siap-siap mengungsi ke dataran-dataran yang lebih tinggi. Kepanikan warga itu seperti yang terjadi di Jalan Gaja Mada, jalan Sudirman dan Jalan Surabaya.
Sementara itu BMKG Wilayah V Jayapura melaporkan, gempa berkekuatan 6,5 SR ini berlokasi 1:96 LS-136.75 BT di laut 57 km Tenggara Serui dengan kedalaman 132 km.
sumber : Bintangpapua.com

Penderita HIV/AIDS di Papua Barat 2.206 Orang

Sepertinya Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat, Komisi Penganggulangan HIV/AIDS, dan Lembaga Pemerhati Kesehatan masih harus bekerja extra. simaksaja berita dari salah satu koran lokal di Kota Manokwari yang terbit 23 Juni 2011 berikut:
Mp, 23 juni 2011
Hingga kini kasus HIV/AIDS di Papua Barat mencapai 2.209 kasus. HIV sendiri mencapai 1.119 kasus, sedangkan AIDS sekitar 990 kasus. Dari data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa kasus penyakit mematikan ini masih tinggi. Angkan ini belum terhitung penderita yang belum belum terdata. Dari data yang ada penderit yang paling dominan adalah ibu rumah tangga. Tingginya kasus ini diperkirakan muncul dari kebiasaan masyarakat, bukan dari pengetahuan.
Yogi Marianto, pengelola program KPA Papua Barat mengungkapkan, secara umum, masyarakat sudah punya pengetahuan yang cukup tenang HIV/AIDS. “Faktor pengetahuan disini tidak menjadi salah satu factor yang kuat pemicu tingginya kasus ini. Namun yang menjadi pemicu utama dari kebiasaan masyarakat, dimana kebiasaan ini butuh waktu yang lama intuk menghilangkanannya,” kata Yogi.
Untuk sementara, pemerintah serta instansi terkait sudha berusaha menekan pertumbuhan penyakit ini dengan menyusun beberapa program. Salah satunya adalah memberikan pelatihan penanggulangan HIV/AIDS kepada 15 SKPD. Yang paling utama , lanjut Yogi, adalah dibutuhkan kerjasama semua sektor baik itu pemerintah maupun warga. Sebab penanggulangan penyakit ini bukan semata-mata tugas pemerintah melainkan tugas bersama .

Aksi Peringatan Hari Lingungan dan Hari Laut Sedunia

Dua hari Penting yang diperingati pada bulan Juni adalah Hari Lingkungan pada 5 Juni dan Hari Laut pada 14 Juni. Berbagai bentuk peringatan digelar diberbagai belahan bumi termasuk di tanah air. Hari ini (8/6) Kelompok Mahasiswa Pecinta Pesisir (KOMPES) Universitas Negeri Papua Manokwari bekerjasama dengan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) dan WWF Teluk Cenderawasih melakukan Aksi bentang spanduk di bawah laut.
Spanduk dengan panjang 4 meter itu bertuliskan “Jaga Kitorang pu Laut Papua” dibentangkan di kedalaman 13 meter di bawah permukaan air laut tepat di sebuah site penyelaman di Manokwari yakni di Pulau Mansinam tepatnya di lokasi tenggalamnya kapal perang milik jepang.
Lewat aksi ini Kompes, BTNTC dan WWF menghimbau kepada masyarakat Papua pada umumnya dan Manokwari pada Khususnya untuk bersama-sama menjaga laut dari sekarang. Kerusakan terumbu karang terutama di disekitar perkotaan / pemukiman sudah dirasakan di Papua dan kalau tidak ada tindakan untuk mencegah kerusakan maka dalam waktu – waktu mendatang Papua akan kehilangan salah satu asset alam yang sudah mulai mendunia itu.
Hujan yang cukup deras mengguyur perairan Teluk Doreri tidak menyurutkan para tim penyelam untuk melakukan aksinya tersebut. selama kurang lebih 30 menit, tim penyelam membentang spanduk tepat di pinggir lambung kapal milik tentara Jepang yang tenggelam akibat dibom pasukan sekutu Amerika pada Perang Dunia Ke II.

Rencananya, Kompes masih akan melakukan aksi bersih pantai dan dasar perairan pantai di lokasi wisata Pantai Pasir Putih akhir pekan bersama kelompok pesinta lingkungan lainnya

Selamat Hari Lingkungan dan selamat Hari Laut Sedunia , , lakukan yang terbaik bagi likungan sekitar kita demi kenyamanan kita di bumi ini 🙂