Bukit-bukit Coklat di Sawiat

Perna dengar Gunung Coklat? ituloh gunung – gunung yang tampak seperti di dunia dongeng yang berada di Bohol Philipina sana. bentuknya seperti kerucut yang berhamburan dimana-mana. lembahnya ditumbuhi pepohonan hijau namunbukitnya gundul berwarna choklat pada musim-musim tertentu.
Nah, saya sering pulang-pergi dengan menumpang kendaraan roda empat dari Kota Sorong menuju Teminabuan Ibukota Kabupaten Sorong Selatan. sepanjang perjalana ada beberapa tipe topografi yang kita jumpai. yang paling menarik bagi saya adalah gunung batu kapur yangterhampar sejak memasuki perbatasan Sorong dan Soerong Selatan. Bahkan di Distrik (kecamatan) Sawiat saya sering bilang “welcome to Chocolate hills” bagaimana tidak, bentuk topografi perbukitan di dataran ini hampir sama penampakannya dengan pegunungan ciklat yang di di negara tetangga kita itu. bedanya, karena ada pengaruh musim, maka di sana gunung-gunungnya “botak” alias hanya ditumbuhi rerumputan dengan warna setengah mati (coklat). di sini di distrik Sawiat ini gungun-gunung atau [erbukitannya hanya ditumbuhi pepohonan kecil ada juga yang hanya ditumbuhi rerumputan karena sering terbakar hingga tampak seperti gunung coklat.
Road to Teminabuan
Saya selalu penasaran untuk bisa sampai menapakkan kaki pada salah satu puncak dari bukit-bukit yang imut-imut itu. Hingga pada satu ketika, saya bersama teman saya Melki kembali dari pekerjaan kami di sebuah kampung di Sorong Selatan. Hari itu kami beruntung menumpangi mobil dengan sopir yang ramah dan gampang diatur. kami meminta dia berhenti pada sebuah bukit coklat yang tepat berada dipinggir jalan dan memintanya untuk emnunggu kami karena kami ingin sekali naik kebukit untuk mengambil beberapa gambar dan sekaligus memastikan apakah benar, pemandangan id atas sana sama dengan pemandangan di pengunungan coklat.
Ternyata oh ternyata …. tidak hanya susah paya kami harus mendaki karena terjalanya bukit. kemiringannya yang hampir tegak lurus sangat menyulitkan. mana kami tidak memiliki pengaman atau alat bantu lainnya seperti tali penajat tebing pula. tidak hanya itu, kontur bukit yang saya pikir bakalan keras akrena berupa batu kapur dan tampak seperti gugusan gunung karan di Wayag Raja Ampat sana ternyata salah besar. struktur tanahnya yang berupa batuan kapur itu sangat rapuh dan sebagain berbentuk bubur pasir atau kerikil gitu. salah menginjakkan kaki saja bisa terpeleset. mana bukit yang kami daki sepertinya sering terbakar sehingga yang tumbuh hanya rerumputan, anggrek dan beberapa pohon kerdil.
terjalnya gunung coklat
akhirnya kami bisa sampai diatas. melihat mobil dan sangsopir kebawah kami aja rasanya degdekan. tampak seperti mobil balab ferary. kecilll banget dan hampir berada di dibawah kaki kami. terjal kan?
tapi sepaktakuler. meski kami sepertinya bakalan pingasan karena panasnya matahari dan hembusan angin yang tak kunnjung datang. kami sangat menikmati bukit-bukit coklat yang terhampar di muka, belakang dan samping kiri kanan kami. mantap lah pokoknya. saya rasa baru kami berdua yang sampai dipuncak ini (hehehehehea)
hamparan berbukitan "coklat"
kalau di Wayag landscapenya laut dan bukit karang, disini landscapenya hutan dan bukit kapur. dibawah sana juga ada sebuah sungai kecil ayng airnya mengalir deras berwarna kebiruan lengkap dengan sumber airnya yang berbentuk kolam. bilut pula, keren kan? anda wajib mendaki bukit ini jika melintasi daerah Sawiat. karena bagi saya,,, ini merupakan pemandangan kelas dunia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s