Arsip Bulanan: Februari 2015

Hostel Di Manokwari

Kalo baca tulisan para backpaker, salah satu kata yang sering muncul adalah “HOSTEL”, kadang-kadang masih pake catatan bukan “HOTEL” hehehe. ENtah apa pengertian baku dari hostel. yang ada dalam gambaran saya adalah, penginapan murah dengan ranjang susun jadi tamu yang tidak saling kenalpun bisa berbagi satu kamar. Kalo di daerah sepeti tempat tinggal saya, tidak ada ayng namanya hostel. Yang ada adalah penginapan murah yang biasa dikenal dengan losmen.

Di Manokwari sendiri susah dapat penginapan murah yang benar. kalaupun ada, biasaaya sudah identik dengan hotel esek-esek. bisa jadi karena penginapan murah itu memang dibuat bukan untuk pelancong kere melainkan untuk tempat esek-esek 😀 sekedar informasi di manokwari sudab lumayan banyak hotel. mulai dari kelas teri sampai kelas “hiu” semisal Sissbell atau Aston. tarif pernetnya berbeda-beda tergantung hotel dan kelasnya. kisarannya dari 250.000-900.000 rupiah.

Karena kurangnya penginapan mutah yang benar, maka saya jug aberasumsi bahwa tidak banyak orang yang datang berwisata di Manokwari. hotel di manokwari yang harganya selangit bisa eksis dikarenakan Manokwari sebagai ibukota Propinsi Papua Barat . Jadi, banyak tu para PNS yang datang urusan dinas dan menginap di hotel. mungkin juga para pengusaha yang ingin mengurus berbagai kelengkapan administrasi usahanya. yang jelas bukan pelancong. saya juga sering melihat para pelancong yang kemungkinan ingin melihat hiu paus di Taman Nasional Teluk Cenderawasih tapi kelihatannya mereka bukan pelancong benaran tapi pelancong gratisan. bisa jadi mereka adalah photografer profesional atau majalah yang ingin mendapat gambar dengan kualitas baik yang bisa dijual untuk mendapatkan keuntungan. jadi lah mereka tinggal di hotel yang mahal. Meski Papua selalu sexy di mata dunia. banyak pelancong yang enggan berkunjung ke ujung timur Indonesia ini. paling banyak ke Raja Ampat. padahal Manokwari, Biak, Serui, Nabire, Asior dan Jayapura juga menyimpan begitu banyak hal yang patutu untuk dikunjungi. alasannya klasik. ongkos ke Papua Mahal.

Orang-orang di Jawa yang suka traveling akan lebih memilih ke luar negeri. paling tidak ke SIngapura, Malaisya atau Thailand karena ongko ke Papua jauh lebih mahal dari pada ke negara-negara tersebut. yan glainnya adalah mindset yang selalu mengidentikkan Papua “mahal” padahal makanan, transport dan lain-lainnya hanya mahal di daerah pedalaman atau daerah yang jauh dari ibukota setiap kabupaten. sementara, hidup di ibukota kabupaten seperti Manokwari, biaya hidup jauh lebih murah daripada tinggal di Jakarta.

Jadi, dimana hostel di Manokwari? selain losmen yang ada di jalan brawijaya dan dekat lapangan bola Borarsi. kini adal algi Hostel di Amban. Hostel ini lebih mirip koskosan karena kamarnya berada diluar bangunan utama. saat ini baru tersedia 2 kamar dengan tarif yang berbeda. setiap kamar hanya memiliki 2 tempat tidur dengan kamar madi diluar. ditambah fasilitas kipas angin dan free wifi. untuk wifi jangan berharap lebih, karena kecepatannya standart Papua, bukan standart Jawa 🙂 terdapat juga dapur, jadi tamu bisa membuat kopi, teh, makanan dengan bebas bekreasi. letaknya ayng agak jauh dari jalan utama membuat hostel ini lumyan sunyi dan jauh dari kebisingan . Tamu masih bisa terhibur dengan suara jangkrik karena bnyak pohon. akses keluar masuk bisa mengandalkan ojek.disini juga ada dive center. kadi tidak perlu repot mencari dive center jika ingin menyelam. site unggulannya adalah wreck yang tersebar di teluk sawaibu disekitar perairan kota Manokwari. jadi untuk para traveler yang mau ke Manokwari dan ingin mencari pengipan murah yang benar dan nyaman , bisa jadi hostel kurabesiexplore jadi referensi anda dengan bujet sekitar 150-200 ribuh rupiah termasuk sarapan roti atau telur 🙂 langung saja kunjungi di jalan Manggoapi dalam Amban. dengan no Hp 0852 4480 9275

Featured image

Iklan