Arsip Bulanan: Mei 2016

Jalan (jalan) di Tempat

Dua bulan absen dari tulis tentang jalan-jalan berarti hampir 2 bulan tidak jalan alias jalan di tempat. Rasanya sedih tidak lagi banyak jalan-jalan tapi bukan berarti saya tidak jalan-jalan. Sebenarnya 2 bulan terakhir saya sempat ke Sorong Selatan 5 hari dan ke perjalanan sehari ke Ransiski, Kabupaten Manokwari Selatan, dan perjalan sehari ke Pantura Manokwari. eh Bukan jalan di tempat dong 😀

Tapi itulah yang saya rasa. Serasa jalan di tempat. Untungnya, saya ketemu dengan 3 traveler dari luar. Kami bisa saling share dalam 2 minggu di Manokwari. Ceritanaya berawal ketika iseng kami mendaftarkan rumah tinggal kami yang memiliki dive center kesebuah situs booking online airbnb . Disitu kami jelaskan bahwa pelanggan diving bisa sekaligus nginap di rumah kami  😀 . Rejeki tidak kemana. dalam waktu bersamaan 3 orang dari negara berbeda,  membooking 2 kamar untuk 3 hari tinggal + 1 hari diving.

13228092_10207636541404727_46797797_n

Hang out for dinner

Entah terhipnotis atau apalah, mereka jadinya menambah jadwal tinggal mereka di Manokwari. Yang bapak-bapak jenius dari Amerika (aslinya Colombo) ngnap dari 3 hari menjadi 5 hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Raja Ampat. sementara yang cewe 2 extended dari 3 hari menjadi 2 minggu 😀 luar biasa.

Selama 2 minggu bersama kami, ada banyak pengalaman yang kami bagi. sejak dari bangun pagi hingga kembali tidur pada malam hari, kami banyak menghabiskan waktu bersama. jarak sebagai tuan rumah dan tamu pun hampir tidak ada, kami sering sarapan bareng, makan siang baren hingga makan malam baren bak sebuah keluarga.

Karen mareka berdua adalah traveler berpengalaman, tak kami sia-siakan untuk belajar dari mereka yang suka backpaker tapi tidak kere-kere amat. buktinya mareka mau tinggal bersama warga lokal dan berjalan-jalan dengan transport publick tapi juga punya cukup budget untuk diving yang menurut saya cukup menguras dompet. Apa lagi mereka dalam traveling 6 bulan di Indonesia .

13187892_10207636543684784_1264207566_n

Perpisahan di Pondok Kopi

Dari cerita bersama, saya bisa menyimpulkan seperti apa kecintaan terhadap Nusan tara ini. bahkan salah satu dari mereka sempat bercanda jika dia akan mati jika kembali ke negara mereka. dia akan mcari cara bagimana pun untuk bisa kembali ke Indonesia yang sudah dia jelajahi hampir sebagian.

Berbeda lagi dengan cewe yang satunya. dia dari Rusia tapi bekerja di Bangkok. dia sangat tertarik untuk kerja-kerja sosial di Papua. bahkan sebenarnya mereka sudah menjadi relawan untuk konservasi karang di Raja Ampat selama 2 bulan sebelum ke Wamena dan Manokwari.

Salutlah atas pembelajaran dari mereka yang low profile . Apa lagi kami bisa saling berbagi tentang diving, pariwisata, lingkungan hingga kopi. tak lupa saling mengajarkan bahasa. Mereka mengajar kami bahasa Inggris dan kami mengajarkan mereka Bahasa Indonesia yang katanya terlalu ribet untuk dihafalkan satu-persatu 😀

Cerita jalan-jalan mereka di Manokwari dapat disimak di blog pribadi Marthe

so pengalaman jalan-jalan tidak harus dirasakan langsung, bisa juga dengan belajar jalan-jalan dari orang yang sedang jalan-jalan 😀