Arsip Bulanan: April 2010

Opera Mini & Opera Turbo solusi koneksi lambat

Sudah terbiasa dengan dengan akses internet. Akses gampang dan kecepatan yang relatif baik. Tapi bagaiman jika anda ke daerah baru. Sebuah daerah pinggiran dengan fasiitas seperti warnet tidak ada? Pasit hidup jadi tersa ada yang kurang.
Satu bulan hidup di daerah pinggiran. Maksudku sebuah daerah yang baru dimekarkan tanpa sarana dan prasarana yang menunjang. Listrik padam-nyala seperti lampu bi bar. Tanpa warnet dan sebagainya. Akses internet yang paling memungkinkan adalah via GPRS Telkomsel atau Indosat. Karena kebetulan signal kegua provider ini tersedia. Tapi bagiku mahal dan kecepatannya biasa-biasa saja. Bahkan bisa membuat tensi darah naik.
Saya mencoba mengakali koneksi flexi ku yang walau dengan kecepatan 320 kbps tapi etap saja lama . mungkin karena bandwidth yang ada kecil. Mulai dari menggunakan sFosspeed, mengotak atik confiq, beralih software broowser dan lain sebagainya.
Sejauh ini yang paling bisa memberiu sedikit harapan hanya OPERA. Ada dua pilihan yang cocok menurutku . pertama adalah Opera Turbo dan yang kedua Opera mini.
Opera turbo bisa mengurangi ukuran gambar dari web yang kita kunjungi dan selain itu kita bisa mengatur apakah mau menampilkan gambar atau tidak sehingga bisa disesuaikan dengan kecepatan loading koneksi kita.
Operamini? Hasil penelusuran google banyak yang mengajariku bagaiman menggunakan opera mini di laptop. Modalnya hanya 4. Mocroemulator, java, operamini jad&jar dan confiq2 yang semua bisa di cari dan di download secara gratis di internet.
Siapa pun yang sudah menggagas operamini untuk aplikasi di komputer saya berterima kash padanya karena membantuku kala susah berinternet. Koneksi cepat, murah dan serasa memiliki handpone dengan layar 10’

Iklan

PENGARUH PERUBAHAN IKLIM BAGI KITA

Perubahan iklim akan dan telah mulai mempengaruhi kita di semua aspek kehidupan. Apa saja dampak buruk bagi masyarakat adat seperti kita yang ada di Indonesia?
Banjir besar, badai kencang, siklon dan topan badai menimbulkan kehancuran pada infrastrukur (rumah, jalan, jaringan listrik, dsb) atau pada lahan pertanian, lading, ternak, hutan, laut dan suberdaya pesisir yang menyebabkan penurunan pendapatan kekurangan makanan.
Perubahan iklim juga menimbulkan kurangnya sumber air bersih dan meningkatnya mikro organism dan parasit dalam air yang membuat kita sakit. Sebagian besar perempuan dan anak adat menghadapi resiko penurunan kesehatan dan kematian.
Baca lebih lanjut

Carbon Sink

Bicara tentang pemanasan global (global warming), perubahan iklim (climate change), perdagangan karbon (carbon trade), Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REED) maka wilayah tropis akan menjadi bagian terpenting. Terlepas dari negara negara Annex 1 (negara-negara maju) yang di anggap akar masalah perubahan iklim dan pemanasan global akibat dari kegiatan indusri mereka.
Penyumbang utama emisi dalam seratus tahun terakhir ini berasal dari pembakaran bahan-bakar dari fosil (fossil fuel), termasuk di dalamnya minyak, gas dan batu-bara, untuk keperluaan bahan bakar kendaraan bermotor, kegiatan industri dan pembangkitan tenaga listrik. Kontribusi dari sektor ini diperkirakan mencapai sekitar 65% dari total emisi dunia (Stern, 2007). Sisanya berasal dari kegiatan pertanian (14%), deforestasi (18%), kegiatan rumah-tangga dan pembuangan limbah, turut berkontribusi dalam melepaskan gas-gas pemanas, yaitu carbon (zat arang) dan metan ke udara.
Untuk konteks di Indonesia, Baca lebih lanjut

Sawit Yes Or Not???

Amos Sumbung.
Kaimana, 11 April 2010
img.alignleft Perkebunan kelapa sawit di beberapa wailayah administrasi di Papua menjadi salah satu program pembangunan daerah dibidang perkebunan yang sangat populer. Entah karena ketersediaan lahan, permintaan investor dan memang rencana pemerintah untuk menjadi negara dengan produksi CPO tertinggi dunia. Kalau sudah begini mau dimana lagi kalau bukan Kalimantan dan Papua.
Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Merauke, Kabupaten Wasior, Manokwari dan Kabupaten Kaimana adalah wilayah-wilayah yang sedang berlomba-lomba membuka perkebunan sawit. Dengna dalih meningkatkan pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat lokal. Entah tahu atau tidak seperti apa baik dan buruknya sebuah perkebunan sawit, pemerintah tetap membuka peluang yang besar untuk sesuatu yang besar ini. Semoga saja pemerintah yang memegang peranan penting dalam hal ini sudah megkalkulasi untung dan rugi ketika sebuah perkebunan sawit dibuka.
Untuk masyarakat pastinya informasi tentang sisi kelam sebuah perkebunan sawit terkadang diabaikan. padahal pemerintah dan perusahaan wajib memberitahukan kepada masyarakat sisi baik dan sisi jelek yang akan diterima ketika sebuah perkebunan sawit akan dibuka di suatu tempat kepda masyarakat sekitar.
Mari kita simak sama-sama dampak negatif yang terungkap dari aktivitas perkebunan kelapa sawit untuk lingkungan:
1. persoalan tata ruang, dimana monokultur, homogenitas dan overloads konversi. Hilangnya keanekaragaman hayati akan meicu kerentanan kondisi alam berupa menurunnya kualitas lahan disertai erosi, hama dan penyakit.
2. pembukaan lahan dilakukan dengan cara tebang habis (trada sisa) dan lad clearing dengan car membakar demi efisiensi biaya dan waktu
3. Kerakusan unsur hara dan air tanaman monokultur seperti sawit, dimana dalam satu hari satu batang pohon sawit bisa menyerap 12 liter (hasil peneliti lingkungan dari Universitas Riau) T. Ariful Amri MSc Pekanbaru/ Riau Online). Di samping itu pertumbuhan kelapa sawit mesti dirangsang oleh berbagai macam zat fertilizer sejenis pestisida dan bahan kimia lainnya.
4. Munculnya hama migran baru yang sangat ganas karena jenis hama baru ini akan mencari habitat baru akibat kompetisi yang keras dengan fauna lainnya. Ini disebabkan karena keterbatasan lahan dan jenis tanaman akibat monokulturasi.
5. Pencemaran yang diakibatkan oleh asap hasil dari pembukaan lahan dengan cara pembakaran dan pembuangan limbah, merupakan cara-cara perkebunan yang meracuni makhluk hidup dalam jangka waktu yang lama. Hal ini semakin merajalela karena sangat terbatasnya lembaga (ornop) kemanusiaan yang melakukan kegiatan tanggap darurat kebakaran hutan dan penanganan Limbah.
6. Selanjutnya, praktek konversi hutan alam untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit seringkali menjadi penyebab utama bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Bagaimana dengan dampak negatif bagi masyarakat (sosial, ekonomi dan budaya);
Terjadinya konflik horiziontal dan vertikal akibat masuknya perkebunan kelapa sawit. sebut saja konflik antar warga yang menolak dan menerima masuknya perkebunan sawit dan bentrokan yang terjadi antara masyarakat dengan aparat pemerintah akibat sistem perijinan perkebunan sawit. (yang seperti khasus seperti ini dapat hilang dengan adanya bujuk rayuan manis perusahaan namun akan mnuncul ketika ada kelompok atau orang perorang yang merasa dirugikan).
Keterlibatan para masyarakat lokal yang tidak lebih dari buruh kasar perkebunan, konpensasi atas hak ulayat yang kadang tertunda hingga puluhan tahun bahkan dengan harga ganti rugi atas tanah yang harganya tidak lebih mahal dari satu pisang gooreng, kontribusi dan komitmen perkebunan yang tidak terwujud dan lain sebagainya.

Beberapa kasus perkebunan sawit yang perlu diketahui di indonesia

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Wilayah Bangka Belitung (Babel), menilai kerusakan hutan di Babel akibat maraknya perkebunan sawit berskala besar yang dilakukan swasta di daerah itu. (http://www.antaranews.com/berita/1268921605/walhi-hutan-rusak-akibat-perkebunan-sawit)
Penyidik Kejaksaan Negeri Nunukan menetapkan tiga pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Nunukan sebagai tersangka dugaan korupsi kegiatan pengembangan kelapa sawit dengan pola dana bergulir (revolving fund) pada tahun 2006. (http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/53943)
Mari buka mata dan coba melihat dengan jelas apa sebenarnya yang terjadi dengan adanya perkebunan sawit. Ketika pemerintah atau perusahaan datang dan mengatakan akan membuka perkebunan sawit di sebuah wilayah dengan alasan untuk memajukan daerah, masyarakat dan sebagainya, mungkin perlu untuk belajar dari wilayah lain yang sudanh mengalaminya. Agar tidak menyesal nanti-nanti!