Arsip Bulanan: Maret 2017

Listrik Padam di Teminabuan Masih Heboh

Setelah 6 bulan tidak mengunjungi Teminabuan, Sorong Selatan akhirnya saya bisa bersua dengan kota yang dialiri sejumlah sungai berair jernih dan biru itu. Ada setidaknya dua sungai yang menjadi primadona wisata lokal karena kondisi sungai yang indah. Ditambah lagi suhu udara di Teminabuan yang panas menyebabkan penduduk lokal sering menghabiskan waktu untuk ngadem di sungai.

DCIM100MEDIADJI_0066.JPG

Salah satu sisi dari Teminabuan

Karena tahun-tahun sebelumnya saya sering berkunjung ke Teminabuan, maka saya lebih memilih transportasi udara untuk mempersingkat waktu. Biayanya juga relatif murah karena adanya program subsidi. Tahun 2016 setau saya hanya ada satu penerbangan yakni SusiAir dengan jadwal penerbangan 3 kali / minggu. Sehari sebelum keberangkatan barulah saya sadar jika sejak 2017 tidak ada lagi penerbangan ke Teminabuan. Terpaksa saya harus menggunakan moda transportasi mobil kesana dan menghabiskan setidaknya 4 jam perjalanan.

Saya tiba di Teminabuan jam 8 malam. gelap gulita kala itu. Hujan pula, sedang ada pemadaman listrik. sejam berlalu, listrik pun nyalah. Tapi itu hanya satu menit. Listrik kembali padam sampai sejam kedepan. Parahnya lagi, tidak hanya saat saya tiba. Drama padam, nyala-padam, nayala masih berlangsung hingga seminggu kedepan saya kembali ke Sorong.  Di Teminabuan, Listrik On Off rata-rata 4 kali dalam sehari. Siang, pun malam.

Tidak heran jika orang-orang rela mengupdate status di facebook tentang listrik padam meski untuk membuka facebook dan mengapload 1 status butuh 15 menit akibat jaringan internet yang lelet. Jangankan internet. SMS dan Telpon saja harus berulang-ulang baru tembus. sepertinya, Teminabuan kalah jauh dari Bintuni, Kaimana atau Raja Ampat yang merupakan kabupaten seangkatannya dari segi komunikasi. Di kabupaten tersebut, para pengguna telepon pintar bahkan bisa melakukan siaran langsung dari daerah mereka. Di Teminabuan? membuka email saja gagal sepanjang tahun!.

Masalah Listrik padam memang tidak hanya terjadi di Teminabuan. Tapi di semua kota besar pun kecil di Papua. Topik teratas setiap malam dalam akun sosial  adalah listrik padam. Jayapura yang merupakan kota terbesar di Papua tidak kalah heboh soal listrik padam. Meski bapak Presiden sudah meresmikan 6 proyek listrik pada Oktober 2016 tapi faktanya Jayapura dan sekitarnya masih saja terjadi pemadaman tiap hari.

Berbeda dengan Ibu Kota Jakarta. Beberapa kali kesana saya tidak perna merasakan ayang namanya listrik padam. Tidak ada juga penduduk DKI yang update status “DKI gelap gulita #MatiLampu”

Yaah sudahlah, semoga saja apa yang dijanjikan Pak Jokowi bahwa seluruh distrik di Papua dan Papua Barat akan terang benderang pada tahun 2019 akan terlaksana. Tapi mbok ya kalau tahun di 2017 semua kabupaten masih heboh dengan listrik mati trus gimana nasib distrik nanti?

Iklan