Arsip Bulanan: Mei 2014

Gendut, dilarang duduk dekat pintu mergensi

Seminggu yang lalu saya harus traveling ke Jakarta. sadappp Jakarta nie, biasanya juga jalan-jalan ke kampung. tapi tak apalah, seklai-kali ke kota donk 😉 Karena kursi pesawat dari Manokwari menuju Jakarta via Makassar full, jadilah saya mengambil rute Manokwari- Jakarta via Jayapura. meski jumlah jam terbang lebih lamah, jumlah transit hanya sekali dan saya bisa tidur puas selama terbang dari Sentani menuju Cengkareng yang total penerbangannya mencapai 5 jam.

saya selalu memperhatikan emergency exit saat masuk dalam pesawat. setidaknya saya memastikan berapa jarak dari kursi saya. yang kedua adalah memastikan bahwa dibawa kursi saya ada life jaket. siapa tau ada yang iseng memindahkannya. Mungkin kita sudah terbiasa melihat pintu-pintu emergency dipenuhi oleh kursi? saya sering berpikir kalau-kalau seandainya ada kejadian yang tidak diinginkan saat travelling dan penumpang harus keluar dari pintu darurat dalam keadaan panik, maka saya yakin pintu tersebut akan menjadi pembunuh nomor satu 😀 bayangkan saja puluhan atau ratusan penumpang harus berebut pintu kecil yang aksesnya terhimpit kursi? benar-benar aspek seelematan yang tidak perna diperhitungkan paskapai, bahakan paskapai terbaik di indonesia sekalipun seperti yang saya gunakan saat itu ke Sentani dan Jakarta.

Meski ukuran jalan untuk mengakses jendela darutat tidak diperhitungkan, namun jangan salah, ukuran penumpang yang duduk dekat jendela darurat diperhitungkan maskapai loh? hahaha sedikit lucu tapi aneh.

dalam penerbangan saya ke Sentani, sesaat sebelum pesawat take off, si pramugari cantik menuju ke penumpang yang duduk didepan saya. kami berdua duduk dekat jendela darurat yang jumlahnya 4 buah. cek dan rechek, ternyata si pramugari meminta si bapak untuk pindah ke kursi yang di depannya lagi dan tukaran dengan penumpang yang sudah duduk manis di kursi tersebut. alasannya adalah, BAPAK TERLALU BESAR dan dikawatirkan akan mengganggu proses evakuai lewat pintu darurat jika terjadi apa-apa. memang sih bapaknya ukuranya luar biasa tinggi kali lebar. mana lagi pesawat yang satu ini jenisnya bombardier yang ukurannya ramping dan unyu-uny. 

waduh ternyata dalam pesawat orang BESAR dilarang duduk dekat jendela darurat.